Hari kedua kompetisi Student Formula Japan (SFJ) 2017. Pada hari tersebut, seluruh tim mendapat 3 sesi presentasi, yaitu presentasi Rencana Bisnis Logika, Laporan Desain, dan Laporan Biaya. Ketiga presentasi tersebut disampaikan dalam bahasa Inggris di hadapan juri profesional SFJ.

Membawa Formula Garuda 2017 (FG-17), Garuda UNY Racing Team (GURT)
Membawa Formula Garuda 2017 (FG-17), Garuda UNY Racing Team (GURT) (Photo by, garudauny.com)

Presentasi BLP berisi nilai ekonomis dari formula produk kendaraan yang telah dibuat. Presentasi mengandung kelebihan produk, strategi pemasaran, biaya produksi dan harga jual. Seluruh perhitungan didasarkan pada prinsip ekonomi.

Presentasi Laporan Desain berikutnya. Dalam sesi ini ditekankan adalah uraian detil desain dan sistem pada kendaraan. Selain itu, juga ditunjukkan improvisasi dan inovasi yang telah dilakukan pada kendaraan tahun ini.

Presentasi terakhir adalah Costing berupa penjelasan tentang biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan mobil. Exposure Laporan Biaya didasarkan pada laporan Laporan Biaya yang telah dikumpulkan sebulan sebelum kompetisi dimulai. Laporan tersebut sangat rinci hingga biaya komponen terkecil dan uang lelah pekerja.

Ada yang menarik dari presentasi BLP, bahwa dua orang yang mempresentasikan Garuda UNY, Een Juliani dan Rizki Arumningtyas, mengenakan busana kebaya tradisional Indonesia selama presentasi. Een Juliani mengatakan, penggunaan kebaya dilakukan sebagai upaya mengenalkan budaya Indonesia.

Hari Kedua Kompetisi Student Formula Japan 2017, UNY Mengenalkan Budaya Indonesia
Hari Kedua Kompetisi Student Formula Japan 2017, UNY Mengenalkan Budaya Indonesia (Photo by, anggelamoers)

“Penggunaan kebaya selalu dilakukan saat ini, dua tahun sebelum presenter Garuda UNY juga memakai kebaya saat presentasi, tujuannya adalah untuk memberi kebanggaan warga kaya budaya Indonesia.” Jelas Een.

Ada pertanyaan atau komentar?