Wisata Kuliner Jogja Unik, Gudeg Bunga Kelapa
Wisata Kuliner Jogja Unik, Gudeg Bunga Kelapa

Kota Jogja memang terkenal sebagai kota gudeg dan sudah dapat dipastikan kalau hal yang satu ini pasti diamini oleh semua pembaca. Rasanya belum datang ke Jogja kalau belum memuaskan diri menjalani wisata kuliner Jogja dengan mencicipi gudeg khasnya yang legit. Bisa dikatakan gudeg jogja adalah salah satu maskot penting dari wisata kota Jogja itu sendiri.

Padahal selain gudeg nangka atau dalam bahasa jawa dikenal dengan bahasa gudeg gori, terdapat jenis gudeg lain yang lagi-lagi hanya bisa Anda jumpai di kota gudeg ini. Namanya gudeg manggar, nama manggar manggar dalam bahasa Indonesia berarti bunga kelapa. Tentu saja karena gudeg satu ini menggunakan bahan baku bunga kelapa. Terbayangkan bunga menjurai di pohon kelapa itu berubah wujud menjadi gudeg?

Kalau Anda penasaran menjajal wisata kulier Jogja yang konon lahir dari kawasan Bantul ini, Anda bisa mencoba mengikuti kisahnya di sini. Karena kita akan coba menilik si gudeg unik satu ini dan sekaligus mencoba mencicipi keunikan rasa dari gudeg manggar. Tak sulit mendapatkan gudeg ini meski terbilang langka. Cukup menyambangi salah satu penjual gudeg manggar di sudut kawasan Bantul, tepatnya di desa Mangir, Pajangan. Kita bisa memulai petualangan wisata kuliner Jogja dari titik ini.

Di kawasan ini masih berjajar beberapa penjaja gudeg manggar. Beberapa menjajakannya sepanjang hari, beberapa memulai usahanya menjelang sore atau justru ketika pagi menjelang. Anda bisa memilih salah satu untuk mulai wisata kuliner Jogja Anda, meski ada salah satu yang paling populer dari yang lain, namanya gudeg manggar Pembayun.

Jangan kaget dengan harga karena memang terbilang cukup mahal, seporsi bisa mencapai angka 25 -30 ribuan, pasalnya manggarnya sendiri termasuk langka, karena ketika sebuah pohon kelapa diambil bunganya maka otomatis pohon itu menjadi mandul selamanya.

Bicara soal manggar atau bunga kelapa, bahan baku gudeg satu ini memang berbeda dari nangka muda yang biasa Anda kenal selama ini. Bentuknya panjang dengan bulir-bulir, warna aslinya putih pucat namun akan berubah menjadi cokelat merah ketika sudah matang, sebagaimana gudeg pada umumnya.

Bunga kelapa tentu saja memiliki tekstur renyah sedikit keras. Untuk itu Anda perlu memanggangnya dalam api kecil pada tungku arang untuk membuatnya lebih lunak, kemudian memasaknya dengan bumbu gudeg selama setidaknya 18 jam. Efek pembakaran ini membuat rasa gudeg manggar sedikit getir. Tapi rasa getir ini tersamarkan oleh rasa legit khas santan dan gula dari bumbu gudeg.

Anda bisa menikmati gudeg manggar dengan menu yang serupa dengan gudeg nangka biasa, tetap dengan menggunakan areh atau kuah santan kental, krecek berupa sambal goreng krecek pedas serta aneka lauk macam tahu, tempe, telur, ayam serta bebek. Tapi jangan salah, meski tampak hampir serupa, Anda tetap akan merasakan pengalaman berbeda mencicii wisata kuliner Jogja satu ini.

Dulunya gudeg manggar ini adalah hidangan favorit dari Gusti Pembayun dan Ki Ageng Mangir, salah satu keturunan dekat dari keraton Yogyakarta yang memimpin daerah Mangir ini. Jadi resep hidangan istimewa ini sudah ada sejak 500 tahun lalu.

Sebelumnya hidangan ini hanya menghiasi perjamuan istimewa dan perhelatan besar macam pernikahan atau hari raya saja, hingga pada awal 80an mulai muncul warung-warung penjaja gudeg manggar di kawasan ini. Mungkin itu sebabnya kedai gudeg pembayun menjadi yang paling populer, karena dia mengusung nama penemu asli dari gudeg unik ini.

Menurut mitos dari keraton, gudeg manggar ini memiliki khasiat kecantikan. Konon Gusti Pembayun adalah seorang wanita yang awet muda dan selalu cantik. Pendapat serupa juga pernah diutarakan oleh seorang pakar kecantikan Indonesia, Bray Moeryatie Soedibyo. Sayangnya sulit juga mencoba untuk cantik dengan gudeg manggar mengingat gudeg ini termasuk hidangan langka.

Siap meluncur ke kawasan Mangiran? Atau mau coba yang dekat saja? Di salah satu resto lokal di kawasan Wolter Monginsidi Jogja bernama Kopitiameoy, juga kini sudah menyediakan menu gudeg manggar. Meski di tengah kota, Anda tetap bisa menikmati wisata kuliner Jogja khas yang tentu saja tetap unik dan menggugah selera.

Photo by, Iqbal Kautshar

Penelusuran yang terkait dengan di jogja kelapa mahal september 2017.

1 KOMENTAR

Ada pertanyaan atau komentar?