Cara Melatih Anak Berpuasa – Halo Sobat, dalam moment bulan Ramadhan kali ini, kami akan memberikan tips atau cara melatih anak berpuasa sejak dini, karena penting sekali mengajarkan nilai-nilai dan makna ibadah puasa sejak dini pada anak agar mereka selalu senantiasa bersyukur terhadap makanan dan minuman yang mereka dapat.

Tips dan Trik: Inilah 7 Cara Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini
Tips dan Trik: Inilah 7 Cara Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini (Photo by, healthyfamiliesbc.ca)

Ya.. memang tidak sedikit para orang tua Muslim yang mengalami kendala saat mengajari anak mereka berpuasa sejak dini. sangat dibutuhkan keikhlasan, kesabaran, ketulusan dan juga serta kasih sayang untuk mendidik anak untuk belajar berpuasa.

Oleh karena itu, sebagai orangtua pun kita harus lebih kreatif dalam menyiasati dimana saat mengalami kondisi anak sangat rewel dalam belajar untuk berpuasa penuh.

Nah, Berikut ini Tips atau cara melatih anak berpuasa sejak dini yang bisa kami uraikan, agar Sobat dengan mudah membimbing anaknya berpuasa penuh :

1. Memberikan batasan waktu untuk makan camilan secara teratur.
Sobat, lakukan hal ini secara teratur 2 minggu sebelum bulan ramadhan, karena cara ini terbilang cukup ampuh untuk memulai dalam mengajarkan sejak dini perihal ibadah puasa.

Dan kendala yang biasanya sering ditemui adalah ketika anak sudah memiliki kebiasaan  makan camilan yang tidak teratur, sehingga itu pun membuat anak sukar untuk menahan nafsu dalam mengunyah dan sebagainya.

Contohnya begini, menerapkan waktu sarapan, maka siang, makan sore dan juga makan malam disesuaikan jadwalnya. Tidak terlalu membiarkan anak terbiasa makan dengan jadwal yang tak beraturan. misalnya makan siang di jam 2 kemudian makan camilan di jam 3 sampai jam 6 dan makan malam pada waktu jam 9 malam.

Perihal di atas itu akan membuat anak tidak akan memiliki aturan untuk makan sekaligus dengan banyak, dan membiasakan tubuh anak beradaptasi untuk berhenti makan banyak ataupun makan camilan sesuai dengan kondisi tubuhnya.

2. Memberi pembelajaran anak secara step by step atau bertahap.
Tidak perlu langsung memaksakan anak dalam ibadah puasa penuh, apalagi dengan cara memarahinya atau mengancamnya dan lain sebagainya. Karena justru itu akan membuat anak menjadi trauma, merasa takut, terintimidasi dan merasa tersudutkan.

Perlu diingat, apapun hal yang dilakukan seorang anak dalam keadaan gembira, senang, fokus dan juga ikhlas itu akan membuat anak menjadi teratur dan istiqomah untuk menjalankannya.

Lakukan juga dengan membatasi anak untuk tidak makan dan minum cukup sekitar 3-4 jam, dan kemudian biarkan anak melahap makanan dengan porsi yang secukupnya. Jika dalam seminggu cara tersebut berhasil, terlihat sang anak sudah mulai terbiasa dan juga mulai kuat.

Maka, Sobat coba untuk mulai menambahkan waktunya, misalnya 4-6 jam supaya tubuh dan pikiran anak makin mampu beradaptasi.

Dan perlu diingat juga dalam waktu sahur pun Sobat tidak perlu memaksakan anak untuk ikut serta menyantap makan sahur dengan cara membangunkannya. Apalagi anak Sobat baru beranjak usia sekitar 2-3 tahun.

Yang terpenting adalah bagaimana anak sedikit demi sedikit mulai mengenal tata cara puasa sejak dini dan yang pastinya juga disesuaikan dengan kondisi fisik anak dan perkembangan psikologis anak.

3. Perlakukan anak dengan lemah lembut walaupun sedikit rewel.
Terutama yang harus Sobat lakukan adalah untuk menghindari perihal apapun itu yang berkonotasi negatif dan mengecilkan semangat anak saat sedang melakukan puasa.

Misalnya, ketika anak sudah mulai rewel karena merasakan lapar pada saat menuju siang atau pun sore hari, yang perlu Sobat lakukan adalah memberikan pengertian untuk bersabar dan menyemangati terus, juga sesekali Sobat lakukan pengecekkan kondisi fisik anak.

Jika hal tersebut tidak memungkinkan dan khawatir akan kesehatan anak tidak mampu, maka sobat bisa memperbolehkannya untuk minum terlebih dahulu dan makan. Kemudian Sobat ajak anak kembali untuk melakukan puasa.

4. Memberikan penghargaan atas usahanya dengan hadiah.
Ini juga salah satu cara paling mudah dalam menyemangati anak untuk belajar berpuasa. Biasanya sih anak akan lebih semangat dan senang dalam belajar untuk berpuasa bila diberikan penghargaan atas usahanya dengan hadiah mainan atau barang yang anak sukai.

Tidak perlu yang terlalu mahal – mahal atau mewah, Sobat juga bisa memberikan janji pada anak menu berbuka puasa dengan makanan kesukaannya yang paling disukai dan istimewa. Bisa juga, di sore hari Sobat bisa mengajak anak membantu menyiapkan menu makanan yang disukai untuk berbuka.

Selain hadiah mainan yang di sukai anak, Sobat juga bisa menjanjikan pakaian atau pun jalan – jalan di penghujung pekan pada saat hari Raya Idul Fitri nanti agar anak lebih menjadi bersemangat dalam melakukan puasa.

5. Menjadikan Diri Sobat sebagai Teladan yang Baik.
Tergolong pada usia anak yang sangat muda, daya memori dalam otaknya sangat mampu merekam dengan kuat akan tindakan untuk mencontoh apapun yang dilihat, didengar dan dirasakan anak dari orang terdekat maupun lingkungan di sekitar.

Maka, sebagai orangtua Sobat juga harus memberikan contoh tetap semangat, tetap aktif dan tetap gembira meskipun tubuh sobat sedang sedikit lemas saat berpuasa.

Dengan begitu, anak pun akan menjadikan kedua orang tuanya itu sebagai contoh atau teladan yang baik untuk ditiru sikapnya dan tingkah lakunya.

6. Mengalihkan fokus anak terhadap rasa lapar dan haus.
Biasanya anak itu mulai rewel pada jam-jam tertentu, dan yang Sobat bisa lakukan adalah mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya bermain.

Misalnya, Sobat membuat tempat bermain kecil-kecilan di rumah dengan bermacam – macam mainan aktif atau buku bacaan bergambar yang menarik bagi anak.

Sobat juga bisa menenangkan dengan memeluknya mesra sambil mengajak tidur siang untuk istirahat.

7. Bercerita atau Berdongeng akan makna dan nilai yang terkandung dalam puasa.
Sobat juga perlu mulai memberikan pengertian akan makna dan nilai puasa sejak dini. caranya adalah dengan memberikan anak cerita-cerita atau dongeng yang bisa Sobat ambil dari ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist-Hadist atau bisa juga dari berbagai buku-buku yang membahas tentang puasa.

Ceritakan dengan baik dan juga dengan tutur bahasa yang baik pula, agar anak sedikit demi sedikit mampu memahami akan makna-makna dan nilai-nilai saat melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sehingga kelak saat dewasa nanti sudah mampu memahami makna dan nilai ibadah apapun dengan baik.

Baca juga: Tertegun Dengan Sunset Pantai Glagah, Kulon Progo

Demikianlah 7 Cara Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini yang bisa kami berikan pada Sobat, mohon maaf atas kekurangan-kekurangannya, semoga menjadikan manfaat bagi Sobat sekalian. Dan juga Semoga Sobat sekeluarga dimampukanNya dalam menjalani ibadah puasa dengan amanah dan istiqomah.

Ada pertanyaan atau komentar?