Wisata Gunung Kidul Batara Sriten, Embung Air di Puncak Gunung Kidul
Wisata Gunung Kidul Batara Sriten, Embung Air di Puncak Gunung Kidul
Wisata Gunung Kidul Batara Sriten, Embung Air di Puncak Gunung Kidul
Wisata Gunung Kidul Batara Sriten, Embung Air di Puncak Gunung Kidul

Kawasan Gunung Kidul memang merupakan bagian dari jajaran gunung Sewu yang membentang dari kawasan Bantul sampai daerah Pacitan dan Wonogiri. Tak heran kalau di kawasan ini terdapat jajaran perbukitan yang menjulang satu sama lain. Dan itu pula yang membuat wisata Gunung Kidul seperti tak ada habisnya untuk Anda jelajahi.

Dengan perbukitan yang terbuat dari batuan kapur dan karst atau karang, satu hal yang selama ini dikenal menjadi ciri khas Gunung Kidul. Tanahnya tandus dan kering, air hujan yang turun di kawasan ini cenderung lewat begitu saja dalam batuan tetapi tidak sempat terserap sempurna. Sehingga ketika musim kemarau tiba, kawasan Gunung Kidul selalu semakin gersang dan kering.

Salah satu solusi yang diterapkan pemerintah daerah adalah dengan membangun penampungan air raksasa yang oleh masyarakat umum dikenal dengan istilah embung. Embung ini berfungsi menampung air hujan yang turun dalam wadah kolam raksasa. Air kolam ini kemudian dialirkan ke warga untuk kepentingan pertanian dan kehidupan sehari-hari.

Biasanya untuk memudahkan proses penampungan sekaligus proses pengaliran, embung sengaja dibuat diatas bukit. Dengan demikian air embung tak memerlukan peralatan rumit untuk dialirkan ke warga. Selain dengan demikian air embung akan lebih terjaga berkat tak mudah pula diakses orang.

Salah satu embung yang belakangan terkenal adalah Batara Sriten. Penamaan unik untuk sekedar sebuah Embung, tetapi akan terasa wajar begitu Anda tau dimana letak Batara Sriten ini berada. Embung raksasa ini berada di puncak tertinggi dari kawasan perbukitan Gunung Kidul, Puncak Magir.

Berada di ketinggian 896 mdpl ini, lokasi embung yang relatif sangat luas ini menjadi yang tertinggi di Gunung Kidul. Dan sudah tentu berkat posisi tingginya, ketika Anda bertandang Anda akan disuguhi panorama alam yang sulit Anda tandingi. View yang Anda jumpai berupa jajaran perkebunan buah di sekitar embung menjadi pesona tersendiri dari Embung Batara Sriten.

Untuk bisa menyambangi Batara Sriten ini Anda perlu menempuh perjalanan dari kota Yogya tengah menuju kawasan Desa Pilangrejo Nglipar Gunung Kidul. Kebetulan kami mendapatkan informasi posisi GPSnya di titik GPS  S7°49’56″ E110°37’54″.

Perjalanan ini bisa memakan waktu setidaknya 1,5 jam menempuh jalur yang terbilang penuh tantangan. Tetapi tentu saja dengan sejuta pesona, bahkan pesona ini sudah bisa Anda resapi sejak dalam perjalanan jauh sebelum Anda berhasil menapakan kaki di puncak Magir.

Untuk tiba di lokasi tantangan tersulit terletak pada rute menanjak yang sangat curam. Beberapa jalur bahkan cukup sulit dilalui motor dengan berboncengan dan mustahil dilalui oleh motor matik. Anda bisa menyusuri kali Paseban atau justru melintasi kali dan naik melalui kawasan Watu Ombo.

Perjalanan yang tak mudah dan kaya tantangan akan terbayar sudah begitu kaki Anda menapak di tepian Embung raksasa ini. Wisata Gunung Kidul, memang tak pernah ada habisnya. Pesona pantainya saja tak akan cukup menyudahi perjalanan Anda menyusuri pesona Gunung Kidul. Sebagaimana Anda akan temukan di Embung Raksasa Batara Sriten.

Baca juga : Mari Telusuri Kisah Sejarah Batik di Museum batik Yogya

Photo by, dwitff.blogspot.co.id

embung batara sriten gunung kidul
BAGIKAN

1 KOMENTAR

Ada pertanyaan atau komentar?