Rasakan Enaknya Kuliner Tiwul, Pengganti Nasi Yang Kini Menjadi Favorite
Rasakan Enaknya Kuliner Tiwul, Pengganti Nasi Yang Kini Menjadi Favorite (Photo by, sanutra.com)

Di masa lalu, sebagian kawasan Bantul dan Gunung Kidul merupakan kawasan dengan tanah gersang dan kering. Mereka sulit mendapatkan air dan bercocok tanam, sehingga terpaksa hanya bisa menanam singkong sebagai usaha pertanian mereka. Singkong juga bisa menjadi bahan makanan pokok, tetapi tidak tahan lama sebagaimana  beras dan karenanya singkong oleh warga setempat diolah menjadi gaplek dengan teknik fermentasi khusus. Dan dari gaplek inilah Anda bisa membuat kuliner tiwul.

Rasakan Enaknya Kuliner Tiwul, Pengganti Nasi Yang Kini Menjadi Favorite
Rasakan Enaknya Kuliner Tiwul, Pengganti Nasi Yang Kini Menjadi Favorite (Photo by, sanutra.com)

Pembuatannya juga sebenarnya sederhana. Anda hanya perlu mencampur tepung gaplek, air  dan sediki kelapa parut dengan tambahan gula atau garam sesuai selera. Lalu Anda kukus sampai matang,sangat mudah dan sederhana. Tepung gaplek sendiri diperoleh dari proses penghancuran bahan gaplek atau singkong yang sudah dihaluskan dan dikeringkan dengan proses fermentasi khusus di bawah sinar matahari. Dengan metode ini singkong yang mudah busuk akan lebih tahan untuk Anda simpan lama.

Di kala penjajahan dan masa awal kemerdekaan, ketika itu kondisi ekonomi belum sebaik sekarang, jadi tiwul merupakan penganan pengganti nasi bagi kalangan ekonomi lemah. Sulitnya bertanam padi dan tingginya harga beras di pasaran memaksa mereka berpikir mencari solusi makanan pokok alternatif.

Sekarang ini persebaran beras sudah berkali lebih baik dari masa lalu. Tidak ada lagi orang yang harus kesulitan mendapatkan beras untuk makan sehari-hari, apalagi ada begitu banyak program pemerintah untuk menyebarkan beras miskin untuk membantu kalangan ekonomi bawah dalam memenuhi kebutuhan pakan mereka.

Namun meski tiwul tidak lagi dijadikan sebagai makanan pokok, tiwul tidak lantas hilang ditelan bumi. Masih ada beberapa pelaku usaha yang konsentrasi memproduksi tiwul. Kuliner tiwul tidak hanya bisa Anda temukan di kawasan Bantul, tetapi juga di pasar-pasar tradisional di seantero Yogya.

Dan yang menarik, kini tiwul juga sudah naik pangkat menjadi penganan oleh-oleh yang banyak digemari. Demikian yang terbukti pada usaha kuliner tiwul  yang dikembangkan di kawasan Mangunan Dlingo, Tiwul Ayu Mbok Sum.

Menurut sang pemilik, usaha tiwul ini awalnya hanya dibuka kecil-kecilan dengan mengedarkan produk tiwul ini ke area perumahan di waktu sore. Penjualan tiwul dilakukan dengan cara berkeliling menggunakan sepeda.

Namun seiring perkembangan waktu, semakin banyak kosumen yang tertarik dengn produk tiwul ini dan akhirnya sang pemilik memilih membuka sebuah toko atau gerai usaha di kawasangan Mangunan. Kini gerai tiwul ayu Mbok Sum sangat dikenal. Gerainya selalu ramai dikunjungi para wisatawan baik itu dari luar maupun dalam Yogya.

Dengan harga Rp 4000 perdusnya, tentu saja  kuliner tiwul enak ini selalu saja ludes di beli konsumen. Sampai dalam satu harinya saja, sang pemilik harus memproduksi setidaknya mencapai 300 dus, bahkan lebih ketika sedang musim liburan.

Baca juga : Umbul Ponggok , Kolam Pemandian Alami Buat Yang Hobi Snorkeling

tiwul ayu, gambar tiwul, nyari tiwul di malioboro, resep cara membuat makanan tradisional tempo dulu, tiwul, tiwul malioboro

LEAVE A REPLY