Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Menapak Tilas Masa
Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Menapak Tilas Masa
Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Menapak Tilas Masa
Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Menapak Tilas Masa

Belajar sambil jalan – jalan memang menyenangkan, contohnya berkunjung ke museum kereta Keraton Yogyakarta. Nah, di museum kereta Keraton ini kita bisa belajar mengenai sejarah dan moment – moment penting, mengenai kendaraan resmi dari Kesultanan Ngayogyakarta dari masa ke masa. Terutama kita sebagai generasi muda, sudah sepantasnya mengetahui sejarah.

Karena dari masa lalu kita bisa belajar untuk masa saat ini, sehingga kita bisa berbuat lebih baik lagi untuk negeri ini. Tapi sebelum kita bicara soal museum kereta Keraton Yogykarta, perlu anda ketahui terlebih dahulu. Kendaraan hemat energy ini merupakan kendaraan paling mewah di masanya.

Sekaligus juga menjadi kendaraan penting, karena pada masa itu memiliki Kereta kuda alias dokar atau andong sudah bisa menaikan status social seseorang. Kereta kuda pada abad ke-16 memang sangat popular meski pada saat itu teknologi mobil sudah mulai bermunculan. Para kompanie Belanda yang membawa kendaraan kereta kuda ini.

Karena di Eropa kereta kuda menjadi kendaraan utama pada masa itu, sehingga tak heran Kesultanan Yogyakarta yang pada masa itu sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Negara – Negara di Eropa. Semisal kereta kuda asal Spanyol pada tahun 1750 yang diberi nama Kereta Kanjeng Nyai Jimad.

Kereta yang ditarik dengan 8 ekor Kuda ini, menjadi kendaraan penting buat Sri Sultan Hamengkubuwono I sampai dengan 3. Selain itu juga terpadat kereta buatan Belanda tahun 1800, yang digunakan oleh Pangeran Dipenogoro, dengan ditarik 6 ekor Kuda yang dinamai Kereta Mondro Juwolo.

Perlu Sobat pahami terlebih dahulu, penamaan di tiap Kereta kuda ini bukanlah tanpa sebab. Pemberian nama ini menunjukan bahwa kereta – kereta itu merupakan kendaraan yang special sehingga akan dikenang jika diberi nama. Jadi, tak perlu heran dengan nama – nama yang dimiliki oleh tiap kereta kuda tersebut.

Lanjut ke kereta kuda yang dipakai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke IV pada tahun 1815. Kereta yang dinamai, Kereta Kyai Manik Retno ini buatan Belanda, yang ditarik oleh 4 ekor Kuda. Dan masih banyak lagi kereta Keraton Yogyakarta lainya, yang terdapat di Museum Kereta Keraton Yogyakarta.

Jalan – jalan ke museum emang paling pas, jadi selain jalan – jalan kita juga bisa refreshing ilmu pengetahuan kita dengan hal – hal yang pernah ada di masa lalu. Sehingga bakalan menimbulkan yang namanya ide –ide baru untuk masa sekarang ini. Tak heran makanya saya ingin menunjukan kepada Sobat sekalian, sejarah itu bukan untuk dilupakan.

Karena dari sejarah itu lah, peradaban dunia bisa semakin maju seperti sekarang ini, namun setelah kita sadari. Banyak pula kita jumpai kadang ilmu – ilmu baru itu di terjang habis hingga melewati batasan pemikiran bahwa kita masih manusia. Tak heran dimasa lalu orang begitu damai dengan alam semesta.

Saling tumbuh bersama hembusan alam,”Hamemayu Hayuning Bawana”. Oleh sebab itu kita tidak boleh lupa dengan sejarah, agar kita bisa tidak menabrak batasan kita sebagai seorang manusia. Sehingga tidak merusak alam untuk kepentingan perut atau materi menumpuk yang di depositokan.

Nah, itu dia tadi untuk lebih detailnya lagi silahkan anda berkunjung ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta, yang berlokasi di Jalan Rotowijayan, Kota Yogyakarta, Indonesia. Buka dari pukul 8:30 AM sampai 2:00 PM untuk hari Senin – Kamis. Sedangkan Jum’at buka mulai pukul 8:30 AM – 12:30 PM. Nah, untuk Sabtu Minggu buka mulai pukul 8:30 AM – 2:30 PM, dengan harga tiket hanya 2.500 rupiah saja.

Photo by, Suryo Wibowo (Tempo.co)

LEAVE A REPLY