Plengkung Gading Jogja – Merupakan salah satu dari lima Plengkung yang mengelilingi Kraton Yogyakarta. Setiap Plengkung memiliki fungsi dan pola tersendiri, semisal Plengkung Gading yang memiliki lima lengkungan dan satu lengkungan di puncaknya.

Plengkung Gading Jogja memiliki makna Nirbaya yang tidak Sembarangan
Plengkung Gading Jogja memiliki makna Nirbaya yang tidak Sembarangan (Photo by, instagram.com/ays313)

Plengkung Gading Jogja disebut juga Plengkung Nirbaya dan sampai saat ini memiliki bentuk yang masih sama seperti saat pertama kali dibangun. Fungsi utamanya tentu saja sebagai pintu gerbang Kraton yang berada di sisi Selatan Alkid Jogja.

Plengkung Gading Jogja memiliki makna Nirbaya yang tidak Sembarangan

Menelaah lebih dalam, arti dan makna yang terkandung pada kata Nirbaya yaitu bebas dari bahaya keduniawian. Adapun Plengkung Gading ini merupakan jalur yang digunakan ketika Raja Kraton Yogyakarta meninggal atau wafat.

Sebelum kemudian dimakamkan di Makam Raja-raja di Imogiri, untuk itulah Plengkung Nirbaya sangatlah sakral.

Pada jaman dulu, terdapat parit yang mengelilingi benteng Kraton sebagai pertahanan dari serangan musuh. Kalau Sobat pernah menonton film-film kerajaan, kira-kira seperti itulah dulu, fungsinya untuk menghalau musuh yang akan menyerang.

Sementara itu, Plengkung sendiri fungsinya adalah pintu keluar masuk khusus dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Kelima Plengkung tersebut diantaranya (1) Plengkung Taruno yang berada di Utara, (2) Plengkung Madyasuro di sisi Timur, (3) Plengkung Jagabaya di sisi sebelah Barat Daya, (4) Plengkung Jaga suro disebelah Barat, dan (5) Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading Jogja di sisi Selatan.

Ada hal yang unik di Plengkung Gading Jogja, yaitu terdapat sirine yang hanya dihidupkan dua momen penting saja. Yaitu pada saat tanggal 17 Agustus, sebagai peringatan proklamasi kemerdekaan, dan menjelang masuk waktu buka puasa di bulan Ramadan.

Tempat Wisata Jogja Berikut Ini Membuat Kita Selalu Ingin Kembali
Tempat Wisata Jogja – Plengkung Gading (Photo by, apdkfn)

Sebagai salah satu tempat wisata Jogja, banyak wisatawan yang mengunjunginya untuk sekedar berfoto, maupun napak tilas kejayaan Kraton Yogyakarta.

Terkadang diantara wisatawan yang kurang paham makna dan filosofi yang dibangunnya Plengkung Nirbaya ini, melakukan tindakan-tindakan yang tidak sopan. Dalam hal ini bukan hanya sekedar menjaga ucapan tapi tindakan.

Semisal tidak duduk apalagi menginjak bagian yang semestinya bukan jalan selain yang sudah disediakan. Mohon berhati-hati dan menjaga sikap, karena selain termasuk cagar budaya yang dilestarikan, Plengkung Gading juga tempat yang sakral.

Tidak bosan juga mengingatkan, untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga selalu suasana tetap kondusif. Sebagai seorang wisatawan yang notabene adalah seorang tamu, sudah sewajarnya ditempat yang sakral menjaga sikap.

Oke Sob, saya yakin Sobat yang membaca informasi ini, sekiranya sekarang sudah mengetahui tempat apa dan seperti apa Plengkung Gading Jogja itu sebenarnya. Dan terima kasih telah menjaga sikap selama berada di lokasi wisata, enjoy sobatJogja.com ~Maturnuwun

Ada Pertanyaan atau Komentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here