Liburan Tahun Baru Di Jogja, Dengan Napak Tilas Garis Imajiner
Liburan Tahun Baru Di Jogja, Dengan Napak Tilas Garis Imajiner
Liburan Tahun Baru Di Jogja, Dengan Napak Tilas Garis Imajiner
Liburan Tahun Baru Di Jogja, Dengan Napak Tilas Garis Imajiner

Sudah dapat ide acara liburan tahun baru di Jogja ? Atau masih pikir – pikir dulu mau liburan tapi yang murah dan hemat ala mahasiswa ? Dari pada bingung mending ikuti saya liburan tahun baru di Jogja dengan cara yang hemat dan sehat. Sekiranya kita malah mengurangi polusi udara serta lebih hemat energy.

Karena sudah saatnya, kita lebih “Amemayu Hayuning Bawana”, (sebuah semboyan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat) yang artinya mengalir dalam hembusan alam. Mungkin diantara sobat sekalian, sedikit asing dengan semboyan itu. Oleh sebab itu saya angkat kembali, sekaligus untuk mengingatkan kembali, semboyan itu bukanlah semboyan biasa.

Karena semboyan itulah yang mendasari ide liburan hemat yang akan kita kerjakan saat liburan tahun baru di Jogja kali ini. Dengan tujuan mari kita lebih mengalir dalam hembusan alam, yaitu menggunakan cara sederhana untuk liburan dan lebih hemat energy.

Gowes Napak Tilas : Garis Imajiner

Garis Imajiner itu merupakan sebuah garis lurus membentang dari Utara ke Selatan (Merapi, Tugu, Kraton Yogyakarta, Pantai Parangkusumo/ Laut Selatan). Sebuah garis lurus yang bukan garis biasa, yang menurut hemat saya pribadi merupakan bagian kecil dari makna “Amemayu Hayuning Bawana”.

Yaitu, bagaimana kehidupan Yogyakarta dengan alam semesta yang membentang dari utara hingga selatan. Hidup berdampingan dengan dua energy alam yang hebat di utara yaitu Gunung Merapi dan Laut Kidul di selatan. Sebuah energy yang selalu mengingatkan kita, bahwa Sang Maha Kuasa telah menganugrahi kita alam yang luar biasa indah.

Sekaligus energy alam yang sewaktu – waktu bergejolak, demikian dari waktu – ke waktu selama ratusan tahun sejak zaman kerajaan Mataram Kuno hingga kini. Nah, itu sedikit penjelasan mengenai Garis Imajiner yang akan kita telusuri, di malam pergantian tahun.

Tapi tenang dulu, kita tidak gowes sejauh itu, cukup di dalam Kota Yogyakarta saja, mari kita mulai dari Tugu, Malioboro, Alun – alun Utara, Kraton Yogyakarta, dan Widjilan. Gimana ? Cukup menarik kan, menyusuri gari Imajiner menjelang malam pergantian tahun dan nikmati liburan tahun baru di Jogja dengan penuh makna.

Baiklah berikut saya jelaskan sedikit keseruan yang bakalan sobat rasakan sepanjang perjalanan menyenangkan ini :

Tugu Jogja (Golong Giling)

Disinilah kita memulai perjalanan gari Imajiner ini, membawa kita kembali ke masa – masa perjalan panjang Yogyakarta. Karena, menarik sekali untuk membahas land mark Yogyakarta ini, sebuah bangunan sederhana yang memiliki makna mendalam. Menjulang, sebagai symbol hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta.

Sekaligus sebagai symbol bentuk perlawanan rakyat Yogyakarta pada masa penjajahan, serta bentuk ketegasan Kraton Yogyakarta terhadap sikap kompanie yang semena – mena. Dari sini kita bisa belajar banyak hal, sekaligus makna – makna tersendiri yang ada di balik Tugu. Setelah itu, gowes sepanjang jalan Margo Utomo, karena ini malam pergantian tahun baru biasanya jalan ini akan sedikit macet, karena pengguna kendaraan bermotor.

Itulah mengapa, bila banyak diantara kita yang menyusuri malam tahun baru di Kota Yogyakarta dengan bersepeda, diharapkan jalan takan semacet yang biasa terjadi di malam pergantian tahun. Terutama bagi wisatawan yang ingin menyusuri Kota Yogyakarta, karena tidak perlu menggunakan kendaraan bermotor, supaya hemat energy.

Jalan Malioboro : Museum Vredeburg : Istana Negara : Monumen 11 Maret : Titik Nol

Setelah mengarungi jalan Margo Utomo, kini kita mulai menyusuri Jalan Malioboro yang sangat popular di dunia. Terlebih lagi disepanjang jalan ini, pastinya akan jadi sangat menarik saat di malam hari. Karena gemerlap lampu jalanan, teriakan pedangan menawarkan dagangan, serta wisatawan yang berusaha menawar harga semiring mungkin.

Atau semerbak aroma kuliner yang menggoda lidah, serta pernak pernik hasil karya seniman, serta masyarakat Yogyakarta. Selain itu sobat bisa melihat bangunan – bangunan bersejarah di penghujung jalan. Seperti Istana Negara, Museum Benteng Vredeburg, Monumen 11 Maret, Bank BNI dan lainya.

Malam pergantian tahun, pastinya jalan Malioboro akan penuh sesak karena banyak wisatawan asing maupun domestic yang menghabiskan malam pergantian tahun disini.

Alun – alun Utara : Masjid Gedhe

Setelah itu Alun – alun Utara yang membentang luas, yang siap untuk sobat telusuri, apalagi di malam menjelang malam pergantian tahun kawasan ini bakalan ramai. Anak – anak kecil berlarian, bermain kembang api, lampu – lampu taman menambah romantisme di alun – alun utara. Ngobrol asyik juga pastinya lebih, menyenangkan ditemani segelas wedang ronde.

Mendirikan sholat Isya’ di Masjid Gedhe, juga bisa jadi pilihan untuk berhenti sejenak dari keriuhan dunia, kembali pasrahkan diri berdoa untuk kebaikan lembaran baru di tahun baru. Setelah selesai tunaikan kewajiban, sobat bisa lanjutkan dengan mengagumi Masjid bersejarah sekaligus salah satu yang tertua di Yogyakarta.

Kraton Yogyakarta

Karena ini sudah malam, Kraton Yogyakarta sudah ditutup untuk umum, meski begitu dari luar sobat tetap bisa melihat kemegahanya. Sebuah bangunan yang membuktikan pada dunia bahwa, Kraton Yogyakarta masih bertahan setelah lewati masa – masa pahit manis perjalan panjang mempertahankanya.

Budaya serta filosofi sangat jelas terasa dari sini, sekaligus juga membuka mata bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat. Seolah – olah mempertegas itu semua, gemerlap cahaya lampu serta temaram bulan yang mengitari Kraton Yogyakarta nampak begitu gagah.

Gudeg Jalan Widjilan

Setelah puas mengarungi garis Imajiner, kini saatnya untuk sobat manjakan lidah, di kawasan Widjilan. Karena sepanjang jalan yang membentang ini terdapat gudeg legendaris, hasil racikan para maestro kuliner khas Jogja. Sekaligus rehat sejenak, setelah gowes selama kurang lebih satu jam (jika gowes santai).

Seporsi gudeg mampu kembalikan energy yang tadi telah digunakan untuk gowes, sekaligus juga nikmati sejenak akhir tahun, sebelum beberapa menit menjelang pergantian tahun. Meski tak banyak yang tahu, sepanjang jalan Widjilan ini, sobat bisa merasakan sensasi berbeda melewati malam di Jogja.

Nah, itu dia tadi lima kawasan garis Imajiner dan sekitarnya yang mampu membuat anda berdecak kagum, lewati malam tahun baru di Yogyakarta. Selain itu, tak banyak yang perlu anda habiskan, budget kantong pelajar pun cukup untuk nikmati malam tahun baru dengan cara hemat ini. Bila, sobat pecinta gowes pastinya perjalanan ini layak untuk sobat coba, saat nikmati liburan tahun baru di Jogja.

#Note: Text ini merupakan text yang saya kirim untuk sebuah kompetisi menulis, namun sayangnya belum berhasil masuk 10 besar, sekiranya cerita ini layak untuk sobat baca dan sayang untuk di lewatkan.

LEAVE A REPLY