Lanjut Kuliner Jogja di Warung Makan Mangut Lele Purnama
Lanjut Kuliner Jogja di Warung Makan Mangut Lele Purnama

Setelah perjalanan menyenangkan ke Borobudur, dengan sempatnya kami mampir sejenak untuk menyantap kuliner Jogja ala warung makan Purnama. Tepatnya di dusun Tangkil, Pabelan, Kecamatan Mungkid, Magelang searah jalan pulang menuju Yogyakarta. Sesampainya disana, aroma lezat bumbu mangut sudah menyapa kehadiran kami.

Tanpa perlu lama – lama kami langsung berada digaris depan, memesan seporsi mangut lele. Di warung makan ini, kita bisa memesan langsung tanpa perlu mengambil sendiri, jadi seabrek lauk – pauk di depan mata bisa sobat pilih, nanti disiapkan oleh pramusaji.

Menu yang disajikan juga beragam, selain mangut lele warung makan purnama juga meramaikan kuliner Jogja seperti pecel, opor bebek, bebek goreng, telur asin, telur ikan, peuyh bacem, udang krenyes, dan wader krispi. Aneka minuman hangat maupun dingin juga tersedia, bahkan ada sebuah lemari es yang menyediakan khusus es cream rasa durian beragam varian.

Sobat bisa pilih sesuka hati yang mana ingin disantap, sementara itu saya memilih mangut lele dengan taburan udang kali dan tempe tumis, ditemani segelas teh pahit hangat.

Akhirnya menu pesanan kami telah sampai di meja makan, dengan riang saya menjajal langsung mangut lele di atas meja makan ini. Dari display yang disajikan, warna merah mangut lele menandakan lele yang sudah di masak berjam – jam lamanya.

Aroma amis lele juga sudah hilang, dengan hangatnya nasi putih, saya langsung santap daging lele yang lembut, menggoyang lidah dan kriuk udang menambah suasana makan jadi menyenangkan. Melihat sekeliling, warung yang letaknya dipinggir jalan ini, sangatlah sederhana, gak jauh beda dengan konsep warung pada umumya.

Yang membedakan tentunya ialah resep turun temurun orang tua Pak Supriyanto yang mendirikan warung ini sejak tahun 1965. Bumbu yang masih dijaga betul warisan keluarga membuat warung makan Purnama terus lestari memanjakan para penikmat kuliner Jogja.

Cita rasa dari mangut lele ini tentu manis – manis gurih pas dengan lidah saya yang menyukai kudapan manis, sementara itu pedas dari mangut lele juga barada pada level aman, jadi buat sobat yang gak suka pedas mangut lele ini pas buat anda.

Sekilas sejarah, mangut lele ini memang salah satu kuliner Jogja yang gak cuman ada di Yogyakarta saja, di Magelang seperti rumah makan Purnama ini juga menyajikan mangut lele. Ternyata, metode memasak mangut lele ini merupakan cara memasak orang Jawa sejak jaman dahulu kala, oleh sebab itu disekitaran Jawa Tengah khususnya mangut lele ini cukup banyak dikenal dan masuk kategori kuliner legendaris. Dengan bumbu sederhana seperti bawang merah putih, cabai merah dan hijau, kunyit, santan, sereh, jahe, kencur, daun salam, jeruk purut, dan lengkuas.

Supaya bumbu tersebut meresap dengan sempurna mangut lele di masak menggunakan tungku kayu bakar, masih menggunakan metode lawas ini demi untuk menjaga cita rasa. Itulah yang dimaksud dengan metode memasak Mangut, jadi ikan dimasak dengan waktu yang lama, diatas tungku kayu bakar, supaya rempah – rempah meresap sempurna dan membuat istimewa rasa.

Nah, rupanya Pak Supriyanto berinovasi jadi yang di mangut gak cuman lele, mengingat tidak semua orang suka makan lele jadi beliau memasukan bawal untuk di mangut. Penasaran dengan rasanya seperti apa ? langsung mampir saja bila ada kesempatan di warung makan Purnama ini, yang buka sejak pagi 7:30 hingga sore 19:30 WIB.

Jika diwaktu makan siang, warung ini akan penuh sesak oleh pengunjung yang datang dari jauh – jauh lho, jadi bila ingin menikmati mangut lele yang masih seger datang saja kiranya jam 10:00 an, jadi masih aman.

Lokasinya di jalan Raya Magelang – Yogyakarta Km 13 sebelah barat Jembatan sungai Pabelan. Mari nikmati salah satu kuliner Jogja ini yuk..

Baca juga : Domapan, Jadi Kado Spesial Di Hari Jadi Kota Yogyakarta

Photo by, tribunnews.com (Imam Thohari)

Penelusuran terkait mangut yogyakarta, potensi kuliner di muntilan.

Ada pertanyaan atau komentar?