Kontroversi Mengenai Logo Baru Yogyakarta, Berita Terkini Jogja
Kontroversi Mengenai Logo Baru Yogyakarta, Berita Terkini Jogja

7 Maret 2015 lalu logo baru Yogyakarta sudah diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui pagelaran akbar jumenengan Sultan. Acara yang sangat ditunggu – tunggu karena kontroversi logo sebelumnya, yang dinyatakan belum “layak” untuk mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta.

Karena hal itu dibentuklah Tim 11 yang di koordinir oleh Herry Zudianto (ketua tim 11) yang sekaligus juga sebagai perumus logo. Kemudian tim tersebut mendapat sumbangan 2.056 design logo baru Yogyakarta melalui Urun Rembug Jogja. Yang akhirnya Arief Budiman, selaku anggota yang bertugas mendesign huruf mendapat ide dari kegiatan Urun Rembug Jogja tersebut.

Setelah itu Herry Zudianto mempresentasikan asal muasal Logo Jogja Istimewa dihadapan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Yang kemudian beliau secara resmi menyatakan, logo baru Yogyakarta “Jogja Istimewa” resmi menjadi logo pemerintah daerah, dengan harapan dapat menjiwai masyarakat Jogja dalam setiap kegiatan kedepan.

Setelah launching “Jogja Istimewa” tersebut sesi acara yang sangat mengundang perhatian adalah cetak gratis design logo baru Yogyakarta. Sekaligus juga sebagai indikator seberapa besar antusias masyarakat Yogyakarta terhadap logo baru tersebut. Hal ini terlihat pada sesi tersebut banyak masyarakat Yogyakarta serta dari berbagai daerah yang hadir.

Logo baru ini sangatlah penting kedepanya, terutama dalam promosi pariwisata atau kegiatan masyarakat Yogyakarta pada umumnya. Oleh sebab itu pembuatan logo harus sesuai dengan pakem dan tetap terlihat modern elegant. Tidak keluar dari filosofi serta harmony masyarakat Yogyakarta.

Mau tau seperti apa asal usul logo baru Yogyakarta “Jogja Istimewa” ? Mari simak :

Kontroversi Mengenai Logo Baru Yogyakarta, Berita Terkini Jogja
Kontroversi Mengenai Logo Baru Yogyakarta, Berita Terkini Jogja

Bagaimana menurut sobat ? apakah logo baru Yogyakarta ini sudah mewakili “Jogja Istimewa”. Nah, pertanyaan tersebut pastinya akan mendapat beragam jawaban, tergantung kepentingan politik atau individu. Bila yang pro akan mengatakan setuju, sedangkan yang contra akan mengatakan tidak setuju.

Oleh sebab itu, mari lebih “Amemayu Hayuning Bhawana”, supaya sejalan dengan filosofi leluhur kita ribuan tahun lalu. Perbedaan akan selalu ada mengenai logo baru Yogyakarta ini, tapi mereka yang bisa memahami tidak akan terpaku pada sebuah logo atau tag line, karena inspirasi itu bebas tak terbatas, tergantung masing – masing individu.

Yuk simak : Tempat Makan Enak di Jogja ini

Photo by, Tim 11

Ada pertanyaan atau komentar?