Gumuk Pasir Parangkusumo – Yogyakarta memiliki banyak sekali wisata pantai, sebut saja pantai-pantainya yang berjajar menghadap samudera Hindia. Terhampar sepanjang garis pantai Gunung Kidul, Bantul, hingga Kulon Progo.

Dari sekian banyak yang menghampar, Yogyakarta memiliki satu wisata pantai yang sangat unik, bahkan karena uniknya, pantai ini hanya ada di Yogyakarta. Namanya adalah Gumuk Pasir Parangkusumo.

Mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing dengan nama ini karena sudah cukup sering diangkat sebagai berita di televisi maupun di media elektronik lainnya. Dan memang demikian, gumuk pasir ini memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Sebelum mengulas lebih dalam lagi, tahukah Anda apa arti di balik nama Gumuk Pasir Parangkusumo? Kata ‘gumuk pasir’ adalah istilah untuk pasir yang menumpuk akibat dari angin yang terus menerus berhembus. Gundukan pasir ini pun dikategorikan berdasarkan tingginya.

Gumuk Pasir Parangkusumo Membawa Kita Seolah Sedang di Timur Tengah

Gumuk Pasir Parangkusumo Yang Membawa Kita Seolah di Timur Tengah
Gumuk Pasir Parangkusumo Yang Membawa Kita Seolah di Timur Tengah (Photo by, yusiismiyatulqo)

Sedangkan gumuk pasir yang kita bicarakan ini memiliki tinggi antara 5 – 15 meter yang disebut dengan nama Barchan. Kemudian kata ‘parangkusumo’ adalah wilayah dimana gumuk pasir ini berada. Tepatnya berada di sebelah barat dari pantai Parangtritis. Tak sedikit wisatawan yang menyempatkan ke Parangkusumo bila mereka sedang berada di pantai Parangtritis.

Konon katanya, gundukan pasir di Parangkusumo ini tidak semuanya murni dari pantai. Kabarnya pasir ini juga hasil dari letusan gunung Merapi yang terbawa oleh aliran sungai yang bermuara di pantai Parangkusumo. Padahal bila dilihat dari Google Map saja, jarak antara pantai dengan gunung Merapi begitu jauh.

Setelah sekilas kita mengenalnya, mari kita lihat lebih jauh keistimewaan dari gumuk pasir yang satu ini. Sebenarnya, Gumuk Pasir Parangkusumo bukanlah satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Gumuk pasir yang hampir serupa juga ditemukan di Filipina yang diberi nama La Paz Sand Dunes dan di Vietnam yang disebut Mui Ne Sand Dunes.

Bahkan ketiganya memiliki ketinggian yang nyaris sama, maka dari itu sebutannya pun tak berbeda, yakni Barchan. Akan tetapi, gumuk pasir di pesisir Yogyakarta terbilang unik karena terbentuk di iklim tropika basah.

Iklim ini dikenal tidak cocok untuk gumuk pasir bertipe barchan. Sedangkan gumuk pasir yang ada di Filipina dan Vietnam terbentuk dengan iklim kering dan semi kering.

Inilah yang membuatnya langka dan satu-satunya di Asia Tengara. Nah, selain unik dari sisi iklim pembentuknya, tempat ini pun juga cantik nan menarik.

Hal itulah yang mendorong beberapa seniman papan atas untuk melibatkan Gumuk Pasir Parangkusumo dalam hasil karya mereka. Salah satunya adalah band dari Jogja, Letto yang pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi video clipnya. Tapi tak hanya Letto, Agnes Monica juga sempat melakukan hal yang sama.

Selain untuk video clip, para penggemar gumuk pasir ini juga menjadikannya sebagai spot untuk pre-wedding. Dengan sentuhan angle yang tepat, hasil foto nampak seperti di gurun pasir timur tengah. Dan yang tak ketinggalan adalah kegiatan sand boarding.

Hampir di setiap sore, ada banyak pecinta sandboarding berkumpul dan mencoba berseluncur dengan papan yang mirip dengan skateboard. Aktivitas ini bisa dikatakan hanya dapat dilakukan di gumuk pasir yang satu ini.

Tempat Terbaik Untuk Melihat Senja (Bikin Baper)

Oke Sob, demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai gumuk pasir Parangkusumo yang mempesona. Mengingatkan selalu, untuk tidak membuang sampah sembarangan di lokasi wisata dan menjaga suasana tetap kondusif.

Baca juga artikel menarik berikut ini, sampai jumpa di lokasi wisata, enjoy sobatJogja.com ~Maturnuwun

Ada pertanyaan atau komentar?