Pesona Curug Watu Jonggol Di Kawasan Wisata Kulonprogo
Pesona Curug Watu Jonggol Di Kawasan Wisata Kulonprogo
Pesona Curug Watu Jonggol Di Kawasan Wisata Kulonprogo
Pesona Curug Watu Jonggol Di Kawasan Wisata Kulonprogo

Yogyakarta memang tak salah bila dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata yang patut diperhitungkan dalam dunia pariwisata Indonesia. Kawasan ini memiliki kekayaan asset alam, budaya dan sejarah yang memberi begitu banyak pilihan penuh pesona bagi para turis, baik itu lokal maupun asing. Bahkan Anda bisa menjumpai beraga keunikan wisata di berbagai pelosok Yogyakarta, termasuk kawasan wisata Kulonprogo satu ini, Curug Watu Jonggol.

Tak banyak yang tau soal destinasi wisata yang berada di tengah lebatnya hutan dan kawasan terpencil dari bukit menoreh ini. Ditambah akses menuju lokasi yang lebih diberdayakan, rasanya memang tak heran kalau kawasan wisata Kulonprogo satu ini belum banyak terekspos.

Padahal, bila Anda mencoba mendatangi lokasi cantik ini, Anda akan dibuat terpukau dengan pesona dari air terjun yang sebenarnya kurang pantas disebut curug karena ukurannya relatif besar. Air terjun ini cukup tinggi mungkin sekitar 20 meter dengan 3 tingkatan. Air terjun pertama yang berukuran paling kecil dan berada di posisi paling tinggi akan tumpah langsung pada kolam lantai pertama. Pada ujung terluar kolam akan muncul cerukan yang membuat air tumpah membentuk air terjun kedua.

Air terjun kedua berukuran sedikit lebih besar ini lagi-lagi tumpah pada kolam kedua. Dan pada sisi terluar kolam dindingnya mengikis sehingga air tumpah dan merambat di sepanjang dinding tebing karst membentuk air terjun ketiga. Meski jatuhnya merambat, tetapi justru debit air yang tumpah lebih besar dan membuat air terjun ini terlihat bertingkat bila Anda lihat dari jauh.

Anda bisa melihatnya dari jarak jauh dengan duduk di sebuah bale bambu yang disediakan warga pada dinding tebing seberang curug. Untuk mencapai bale bambu ini Anda perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari desa terdekat, dusun Pagerharjo, Nglinggo, sisi barat dari daerah Samigaluh, Kulonprogo.. dari dusun Pagerharjo ini, Anda akan menyusuri anak tangga licin yang terbuat dari susunan batu kali dan karst yang sepertinya sengaja di tumpuk warga setempat sebagai tangga.

Tak ada fasilitas umum yang melengkapi kawasan wisata Kulonprogo satu ini, karena memang lokasinya benar-benar terpencil di tengah sudut-sudut bukit Menoreh. Anda bisa melengkapi perbekalan Anda setidaknya di desa Nglinggo dimana Anda ternyata akan menjumpai perkebunan teh di sana. Saking terpencilnya lokasi ini, Anda hanya bisa menitipkan kendaraan Anda pada warga dusun. Kalau Anda beruntung bisa juga penduduk sekitar membantu Anda menemukan lokasi dan menemani Anda.

Apakah hanya itu yang bisa Anda nikmati di kawasan wisata perawan satu ini? Tentu saja tidak. Anda bisa menyambangi langsung air terjun untuk menjajal kesegaran airnya atau malah bermain air di kolam terbawah. Untuk menuju lokasi kolam Anda akan menyebrang tebing dengan jembatan bambu yang klasik itu, sedikit berhati-hati tentunya karena jembatan ini tentu saja tidak terlalu kuat.

Lalu menuruni lereng berbatu di sisi tebing sampai Anda bisa menikmati sambutan percikan lembut air dari curug yang jatuh di tebing. Perjalanan menuruni lereng ini juga lagi-lagi harus sangat hati-hati mengingat kawasan ini sangat licin, terutama di musim penghujan.

Lalu bagaimana cara mencapai kawasan ini dari kota Yogya?

Sangat mudah karena sebenarnya jalur transportasi di kawasan Kulonprogo sudah cenderung baik kecuali di desa-desa terpencilnya. Anda bisa menempuh jalur ke arah barat dari Yogya menuju Godean, lalu melintasi Nanggulan, Samigaluh, hingga memasuki desa Nglinggo. Hanya butuh perjalanan sekitar 1 jam sampai 1,5 jam untuk mencapai lokasi desa Pagerharjo dan menyesap panorama segar dari curug di kedalaman Menoreh. Sebuah kekayaan kawasan wisata Kulonprogo yang belum terjamah.

La Noel | Photp by, iwantgoto.com

curug watu jonggol, asal usul watu jonggol, curug kulon progo, curug watu bonang, curung wisata kulinprogo

LEAVE A REPLY