Museum Pangeran Diponegoro, Menelusuri Kisah Sang Diponegoro Di Sasana Wiratama
Museum Pangeran Diponegoro, Menelusuri Kisah Sang Diponegoro Di Sasana Wiratama
Museum Pangeran Diponegoro, Menelusuri Kisah Sang Diponegoro Di Sasana Wiratama
Museum Pangeran Diponegoro, Menelusuri Kisah Sang Diponegoro Di Sasana Wiratama

Museum Pangeran Diponegoro memang tak banyak dikenal orang. Bahkan mereka yang berdiam di tanah Yogya sekalipun tak mengenal museum ini. Memang harus diakui museum ini tak populer dan tak banyak dipublikasikan sebagaimana museum besar Yogya lain, padahal disanalah Anda bisa menelusuri kisah perjuangan salah satu tokoh terbaik bangsa kebanggaan Yogyakarta, Pangeran Diponegoro.

Museum ini berdiri di atas sisa petilasan bangunan puri kediaman dari keluarga Pangeran Diponegoro. Dimana dia hidup bersama istri dan kedua selir, serta beberapa laska pengikutnya. Sebenarnya para laskar ini adalah para santri yang belajar agama bersama tokoh berdarah keraton namun memilih hidup bersama rakyat kecil ini.

Untuk memenuhi hasratnya untuk hidup merakyat, putra sulung dari selir Sultan Hamengkubuwono III ini memilih mendirikan puri di kawasan Tegalrejo, sekiitar 4 km dari pusat kota Yogya. Ketika beliau memilih melawan penguasaan Belanda terhadap tanah Yogya dibawah pemerintahan HB V, nama beliau dan laskar pengikutnya menjadi incaran nomor satu kalangan penjajah Belanda, sampai kediamannya ini dikepung dari berbagai penjuru oleh pasukan Belanda.

Beliau memang terkenal dengan ilmu dan kesaktiannya sehingga dengan tangan kosong, mampu merobohkan satu sisi dinding puri kediamannya di area barat. Dari sisi dinding rubuh inilah, beliau bersam satu selirnya yang tersisa Retnaningsih serta anak-anak dan laskar pasukannya menyelamatkan diri menuju area Bantul memasuki hutan dan berdiam di Goa Selarong.

Disanalah beliau mengatur siasat perlawanan baru terhadap Belanda, termasuk dengan siasat perang gerilya yang terkenal sampai beliau ditangkap dalam sebuah perundingan jebakan di Magelang dan berhasil diasingkan ke Makassar hingga akhir hayatnya.

Dari sisa bangunan puri kediaman Pangeran dan keluarga di kawasan Tegalrejo inilah kemudian didirikan museum bernama Sasana Wiratama. Bangunan ini diserahkan ahli waris keluarga Diponegoro pada istana dan dikelolakan kepada TNI untuk kemudian dibangunkan sebuah museum yang menyimpan aneka barang pribadi peninggalan Pangeran Diponegoro.

Bangunan ini berdiri di kawasan seluas 2,5 hektar dengan bangunan yang masih mengikuti bangunan asli berupa limasan. Untuk memasuki kompleks yang berada di jalan H.O.S Cokroaminoto, Anda akan disambut dulu dengan bangunan patung Letjen Urip Soemohardjo.

Anda juga akan bertemu dengan gerbang yang mempertemukan Anda dengan bangunan dinding berrelief sosok raksasa melawan naga yang disimbolkan sebagai Butho Mekso Basuki ning Bawono, semacam slogan yang menggambarkan tokoh Diponegoro.

Bangunan dalam area kompleks terdiri dari bangunan utama limasan beserta dinding puri rubuh yang asli dari masa tahun 1825, masa perang Diponegoro. Juga terdapat bangunan patung Diponegoro beserta bangunan perpustakaan.

Dalam limasan sendiri terdapat koleksi barang Diponegoro, mulai dari senjata asli termasuk beberapa benda keramat pribadi, serta senjata para laskarnya. Juga terdapat barang rumah tangga keluarga Diponegoro. Terdapat pula padasan atau tempat wudhu serta koboran atau tempat minum kuda asli peninggalan Diponegoro.Beberapa barang pribadi pangeran sudah tak lagi tinggal di museum ini karena dialihkan ke museum lain seperti di Magelang, di Museum Satria Mandala dan juga di Belanda.

Lokasi Museum Pangeran Diponegoro : Jl. HOS. Cokroaminoto TR III/430 Tegalrejo, Yogyakarta 0274-622668

Baca juga : Desa Wisata Tembi, Suguhkan Keindahan Alam Sewon Bantul

Photo by, Ipank panduwisata.id

museum pangeran diponegoro
BAGIKAN

Ada pertanyaan atau komentar?