Kisah Sukses Usaha Kecil Dengan Mainan Anak Kayu Omzet 6 Milyar
Kisah Sukses Usaha Kecil Dengan Mainan Anak Kayu Omzet 6 Milyar (Photo by, cherry_soul)

Kisah sukses usaha kecil – Salah satu yang membuat bisnis memiliki daya tarik tersendiri adalah karena dunia bisnis menyediakan peluang yang hampir tidak terbatas. Sejauh mana Anda melebarkan sayap pemasaran Anda dan meningkatkan kapasitas produksi Anda, semakin baik pendapatan bisa Anda peroleh. Ini terbukti pada kisah sukses usaha kecil berikut ini. Sebuah usaha yang hanya memproduksi mainan anak dari kayu nyatanya sukses meretas pasar internasional dan menghasilkan milyaran.

Kisah Sukses Usaha Kecil Dengan Mainan Anak Kayu Omzet 6 Milyar
Kisah Sukses Usaha Kecil Dengan Mainan Anak Kayu Omzet 6 Milyar (Photo by, cherry_soul)

Kisah sukses usaha kecil ini adalah kisah perjalanan panjang Sholahudin Fuadi, yang memulai bisnis mainan anak kayu dengan modal hanya 400 ribu. Ketertarikannya pada dunia mainan anak berawal dari kemahiran beliau membuat mainan anak dari kayu untuk buah hatinya sendiri. Memanfaatkan limbah salah satu usaha pembuatan pintu dan jendela di dekat rumahnya,  Fuad berusaha menghadirkan mainan edukasi untuk kecerdasan si kecil.

Kreativitas Fuad menarik perhatian banyak tetangganya dan memesan juga beberapa mainan kayu kreatif ini untuk buah hati mereka.  Masih dalam skala kecil-kecilan, pria yang kala itu masih berprofesi sebagai supevisor sebuah instansi  ini membuat beberapa mainan anak berupa geometri, abjad dan puzzel angka.  Modal awalnya hanya 400 ribu untuk membeli bahan, at non toksik dan peralatan pertukangan.

Dari sana ide usaha dengan lebih serius mendadak muncul dibenak Fuad. Dijajalnya untuk memasarkan mainan kayu buatannya ini ke pasar yang lebih luas. Bahkan Fuad membawa produk kreasinya ini ke kantor untuk di promosikan ke kawan-kawan kerjanya. Kadang Fuad dan istri berburu informasi soal mainan dan trend-trend di dalamnya untuk mencari ide-ide baru. Kondisi ini dijalan Fuad sampai 2 tahun.

Istri kala itu membantu meningkatkan kapasitas produksi dengan menghimpun beberapa tukang kayu di sekitar kediaman mereka. Pasalnya tanpa berlatar belakang dunia pertukangan, Fuad tidak bisa memproduksi dengan cepat sebagaimana pekerjaan tukang kayu.

Solusi baru muncul kala Fuad bertemu dengan seorang ahli pertukangan kayu yang sebelumnya juga menekuni produk mainan kayu. Karena pemasaran yang kurang optimal, produksi mainan kayu milik rekan barunya ini tak laku dijual. Ini memberi Fuad ide, untuk menjalin kerjasama, dimana Fuad bekerja sebagai pemasaran dan rekannya sebagai produksi dengan menjalankan sistem bagi hasil.

Ini memberi pencerahan bagi bisnis Fuad dan usahanya, bahkan bisa dibilang merupakan tonggak kisah sukses usaha kecil milik Fuad. Ketika bagian produksi sepenuhnya sudah ditangani mitra, dan desain dikelola oleh sang istri, maka Fuad berkonsentrasi menembus berbagai pasar untuk meningkatkan penjualan.

Fuad semakin rajin mencari informasi soal peluang pemasaran untuk produknya, termasuk dengan menghadiri pameran. Segala jenis pameran kerajinan, pendidikan sampai pameran budaya diikutinya.  Fuad juga mengadakan beberapa kali kunjungan khusus ke luar Jawa, dan secara khusus menjalin kerjasama dengan dinas pendidikan setempat untuk membuka pasar di kalangan instansi pendidikan macam TK dan PAUD di berbagai daerah di Indonesia.

Selain pemasaran langsung, Fuad mencoba menjajal pasar global via internet. Tak jarang Fuad menghadiri berbagai seminar pemasaran online untuk mengenal cara terbaik menjual produknya via internet. Fuad bukan pakar marketing, jadi jelas selama ini hanya bermodal keberanian saja.

Untuk itu Fuad harus kembali menambah ilmu untuk bisa menambah kemampuannya dalam pemasaran. Pilihan utama Fuad adalah sarana market place skala global yang dengan mudah mempertemukannya dengan konsumen internasional.

Kini diakui Fuad cara pemasaran online ini sangat membantunya dalam menjual. Fuad sudah mengekspor setidaknya lebih dari 8 kontainer mainan kayu anak ke beberapa negara Eropa seperti Inggris, Austria dan Jerman.

Terakhir Fuad menjalin hubungan kerjasama kemitraan dengan pemasar lokal untuk mendapatkan bantuan pelebaran jangkauan pasar. Menurut Fuad teknik ini dirasa sangat efektif dalam mendongkrak  penjualan di luar Jawa.

Baca juga: Sobat Jogja Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1437 H

Berkat strategi pemasaran yang Fuad lancarkan, hanya butuh waktu sekitar 1,5 tahun bagi pria yang kini memilih resign dari pekerjaan lamanya, kini meraup omset 6 milyar. Target Fuad tahun depan Fuad bisa mencetak hasil lebih dari dari pencapaiannya saat ini.  Siapa yang sangka sebuah kisah sukses usaha kecil berangkat dari usaha produksi mainan anak kayu yang dibuat dari bahan kayu bekas pembuatan pintu dan jendela.

usaha mainan anak dari kayu, membuat mainan anak dari kayu, mainan anak dari kayu limbah, bisnis mainan kayu, cara membuat mainan anak dari kayu, membuat mainan dari kayu, usaha kecil limbah kayu, Mainan dari kayu bekas

LEAVE A REPLY