Bisnis Rumahan Menguntungkan, Usaha Kebaya Bordir Omzet 14 Juta per Bulan
Bisnis Rumahan Menguntungkan, Usaha Kebaya Bordir Omzet 14 Juta per Bulan (Photo by, rumahjahithaifa.com)

Pernah mengenal kebaya bordir atau kebaya encim? Ide bisnis rumahan menguntungkan satu ini berasal dari potensi memikat dari kebaya bordir. Dengan usaha kebaya bordir, seorang wanta mudah sukses meretas suksesnya dari rumah.

Bisnis Rumahan Menguntungkan, Usaha Kebaya Bordir Omzet 14 Juta per Bulan
Bisnis Rumahan Menguntungkan, Usaha Kebaya Bordir Omzet 14 Juta per Bulan (Photo by, rumahjahithaifa.com)

Sebelum mengulas mengenai bisnis ini, kita coba dulu berkenalan dengan kebaya bordir. Kebaya bordir atau kebaya encim sebenarnya adalah gaya busana khas kalangan peranakan China. Mereka memadukan budaya China dan budaya lokal Jawa dan menghasilkan mode kebaya yang berpotongan nyaman dengan ragam hias bordir di tepinya dengan nuansa meriah dan ceria.

Hanifa, seorang wanita berusia 28 tahun asal Yogya terpikat dengan kecantikan kebaya bordir ini dan menjajal ide usaha dari fashion klasik ini. Kebetulan Hanifa berangkat dari latar belakang D2 tata busana di salah satu universitas di Yogyakarta.

Kebaya bordir memiliki daya tarik tersendiri baginya, karena  kebaya bordir menurutnya bisa menyulap bahan murah yang sederhana menjadi terkesan cantik dan mahal hanya dengan setuhan bordir ditepinya.  Dan hasilnya produk kebaya siap dijual dengan harga 100% lebih mahal dari biaya produksinya.

Melihat potensi usaha ini, Hanifa nekad membuka usaha kebaya bordir. Bermodal dana 7 juta hasil pinjaman, Hanifa mulai membelanjakan beberapa peralatan dan bahan baku untuk pembuatan kebaya bordir.

Awalnya semua peralatannya hanya barang bekas demi menekan modal.  Untuk ruang usaha, Hanifa juga hanya memanfaatkan garasi milik sang ayah yang tak terpakai karena mobil sang ayah kala itu sudah terjual. Kondisi keluarga Hanifa memang sedang buruk sampai Hanifa tak bisa mencapai pendidikan S1.

Di awal usaha, Hanifa sukses memproduksi 3 lusin kebaya  berbagai ukuran dengan menggunakan bahan katun yang dipercantik bordir menawan kaya warna di tepinya. Model kebayanya juga tampil dengan model modern karena Hanifa tak segan membeli majalah fashion lama demi mencari inspirasi. Beruntung kota Yogya memang menyediakan pasar khusus untuk majalah lama macam ini.

Untuk penjualan, Hanifa menjajal peruntungan dari pasar Sunday morning di UGM. Kebetulan Hanifa memiliki teman yang bersedia diajak berbagi tenda di pasar dadakan yang buka setiap minggu pagi di dalam kawasan kampus  UGM Yogya ini.

Meski sempat tidak yakin, ternyata usaha Hanifa membuahkan hasil. Meski tak habis terjual, tetapi Hanifa berhasil menjual separuh dagangannya. Ini memuaskan Hanifa yang masih jajal-jajal dengan usahanya.  Untuk satu kebaya yang dijualnya dengan harga kisaran 80 ribu sampai 200 ribu, Hanifa berhasil mengeruk omset 2, 5 juta. Pendapatan ini sebenarnya diluar dugaan Hanifa mengingat usahanya baru berjalan dalam hitungan pekan.

Keuntungan yang diperolehnya ini mendorong Hanifa semakin menekuni bisnisnya ini. Setiap minggu Hanifa memproduksi setidaknya 2 sampai 3 lusin kebaya berbagai ukuran untuk pasar minggu pagi itu. Tak ragu pula Hanifa terus berobservasi mencari model terbaru yang memperkaya tampilan kebaya produksinya

Sempat dibuat jatuh bangun dalam memproduksi berbagai model kebaya dalam jumlah besar setiap hari. Akhirnya Hanifa mulai mencari beberapa asisten. Masih bertempat di garasi sang ayah, Hanifa mulai menambah kapasitas usaha seiring dengan karyawan yang dimilikinya. Demi memenuhi kebutuhan, Hanifa sempat merubah garasi lamanya ini menjadi ruang produksi yang lebih kondusif.

Demi menutup biaya tenaga kerja, hanifa juga turut menjajal promosi via pameran seperti pameran fashion, sekaten, pameran produk tradisional, pameran wedding dan bazzaar yang sering sekali diselenggarakan di kota Yogya. Beruntung kota ini memang demikian kerap mengadakan berbagai acara pameran sejenis ini.

Usaha yang kini dijalankan Hanifa tampaknya memang sudah mulai stabil. Usaha yang ditelurkannya sejak tahun 2012 ini kini sudah bisa mencetak keuntungan bersih sampai 14 jutaan tiap bulan. Beberapa kali pula Hanifa sempat beberapa kali mendapat pesanan dari Malaysia. Kebetulan ada seorang mahasiswa asal Malaysia yang menjalankan pertukaran pelajar di Yogyakarta dan kemudian menjadi konsumen tetapnya, bahkan juga menjualnya kembali di Malaysia.

Baca juga: Inilah Bisnis Kuliner Potensial Yang Pedas Gurihnya ala Ayam Gepuk

Tidak terbayang kan? Sebuah usaha berskala besar juga diawali dari masa-masa sulit dengan modal serba pas-pasan. Dengan upaya yang sungguh-sungguh dan pemahaman yang baik dalam berstrategi dengan bisnisnya, sebuah bisnis rumahan menguntungkan bisa lahir dengan pencapaian yang mengagumkan.

Bordir dadakan di Yogyakarta, omset bordir perbulan, Tempat bordir kebaya di jgj, tenda hanifa, usaha bordir 2018
BAGIKAN

Ada pertanyaan atau komentar?