sobatjogja.com – Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) dikabarkan berhasil menekan jumlah populasi nyamuk pembawa virus Demam Berdarah dan virus zika.

Yaitu dengan cara mematikan kemampuan reproduksi nyamuk Aedes Aegypti jantan menggunakan radiasi sinar gamma.

BATAN, Menemukan Solusi Jitu Turunkan Populasi Nyamuk Aedes Aegypti Yaitu
BATAN, Menemukan Solusi Jitu Turunkan Populasi Nyamuk Aedes Aegypti Yaitu (Photo by, fastcompany.net)

Dengan begitu pada saat pejantan itu dilepas dan kawin dengan nyamuk betina tidak akan terjadi pembuahan, alias telur tidak akan ada isinya.

Sehingga secara otomatis tidak akan terjadi pembuahan pada si betina, dengan demikian jumlah nyamuk akan berkurang.

Namun, menurut Sobat apakah langkah ini sudah dianggap tepat? Lalu, usaha Pak eRTe tiap minggu mengadakan penyemprotan, apakah gagal?

Oke, silahkan komentar dibawah, mari kita diskusikan hal ini ya..

Rupanya masa bertahan hidup nyamuk jantan yang sudah di radiasi hanya dua minggu setelah kawin, lalu si betina masih dapat bertahan selama masa bertelur.

Faktanya, seekor nyamuk betina akan menghasilkan kurang lebih 400 butir telur setelah kawin.

Tapi telur secara bertahap akan dikeluarkan, nah pada masa inilah nyamuk betina akan menghisap darah mamalia guna untuk mematangkan telur, yang diikuti pembuahan secara bertahap karena nyamuk betina memiliki spermateka (menampung sperma jantan).

Rupanya penelitian ini dimulai sejak tahun 2005 dan pada periode 2011 – 2015 telah mengaplikasikan di beberapa wilayah yaitu Jakarta, Tangerang, Salatiga, dan Bangka Barat.

Wah, upaya pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti memang sangat digalakkan di Indonesia, sehingga beragam metode dilakukan untuk menurunkan populasi nyamuk.

Bahkan menggunakan sinar X.

Sementara itu langkah kecil yang bisa kita lakukan yaitu, dengan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan.

Terima kasih.

Ada pertanyaan atau komentar?