Sedapnya Kuliner Malang Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti
Sedapnya Kuliner Malang Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti
Sedapnya Kuliner Malang Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti
Sedapnya Kuliner Malang Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti

Walaupun sebentar, sesempat mungkin untuk cobain sedapnya kuliner Malang. Ialah Lomie ala Warmie (Warung Mie) Rahayu Bhakti di Kota Baru Malang. Sebuah kedai sederhana dipinggir jalan yang bikin saya merapat sejenak di sela – sela kunjungan singkat ke Malang. Sembari menunggu, ada sedikit cerita yang pastinya menarik untuk sobat ketahui.

Perjalanan ini di awali rombongan se-keluarga kami yang berangkat dari Jember menuju Dampit, Malang rumah Paman. Sebuah daerah perbukitan dengan kondisi suhu cuaca belasan derajat celcius. Tertutama di malam hari, suhu bisa membuat tubuh ini menggigil itulah mengapa suasana disini serasa di Eropa.

Rumah Paman kini penuh sesak dengan Rombongan Keluarga dari Jember yang datang beramai – ramai. Suasana Idul Fitri yang masih kental terasa selepas Ramadhan, jabat tangan serta pelukan hangat darinya mengobati rasa rindu setahun tak jumpa. Sesampainya di Dampit, Malang.

Perut langsung keroncongan, alhasil sajian kuliner Malang dari Bibik yang sudah beliau sajikan ludes dilahap penuh sukaria. Menu sederhana Sayur Kulup (Rebus), Sambal Goreng, Tempe, Tahu, Teri goreng, Ikan asin, Ikan lele, serta daging sapi goreng. Asap mengepul di sayuran tidak terasa panas setelah di tiup dua tiga kali.

Mengingat suhu udara yang dingin, santap malam di dapur dekat tungku makin terasa nikmat. Selesai makan, mencoba beranikan diri untuk mandi di air yang sedingin es ini, tidak berselang lama tubuh langsung mengigil. Membuat saya bergegas menyudahi secepat mungkin mandi di air yang dingin.

Setelah itu tidur dengan lipatan selimut yang tebal untuk hangatkan badan, benar – benar suasana pendakian yang pernah saya lakukan. Namun, bedanya ini memang sebuah desa yang ada diatas gunung dengan cuaca dingin mirip Eropa. Seperti itulah Malang, sebuah wilayah yang memiliki banyak kawasan pegunungan.

Selepas bangun pagi saya coba untuk merasakan Jogging menyusuri perbukitan di Dampit, Malang yang dingin ini. Alhasil keringat mampu menghangatkan badan, sampai – sampai tanpa terasa saya sudah cukup jauh Jogging. Sesampainya di rumah Paman langsung mandi, dan rasa dingin seperti malam sebelumnya telah hilang.

Setelah mandi saya segera packing dan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Malang. Supaya dapat ticket untuk tujuan Lempuyangan, Yogyakarta. Namun apa daya sore itu ticket sudah ludes terjual, akhirnya harus menunggu ke-esokan harinya.

Untuk ticket sore dengan kereta Malioboro Express tujuan akhir Stasiun Tugu, Jogja. Sementara menunggu esok tiba, saya menginap di rumah saudara (Ikhwan). Selama perjalan menuju rumah beliau saya melihat gemerlap Kota Baru Malang, yang mampu membius. Sekalipun dingin melihat keramain ini terasa menyenangkan, sampai tibalah di rumah beliau dan saya langsung istirahat.

Ke-esokan paginya saya langsung diajak untuk melihat Kota Baru Malang yang bersih dan rapi. Melihat gedung – gedung tua mengingatkan saya bila Malang memang merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah panjang. Menyaksikan gedung – gedung itu masih utuh dan sudah beralih fungsi, salah satunya adalah Kantor Bupati Malang.

Tak terasa jalan – jalan menyusuri Kota Baru Malang yang memikat hati ini sampai bikin perut terasa lapar. Alhasil berhenti sejenaklah saya disebuah Warung Mie Rahayu Bhakti ini dan menanti Lomie yang bikin saya penasaran.

Sedapnya Kuliner Malang Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti
Sedapnya Kuliner Malang Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti

Akhirnya yang ditunggu – tunggu datang, semangkuk Lomie yang coklat menggiurkan ini sangat menghibur mata. Segera saya seruput mie yang display-nya ini mirip dengan Jajangmyun (Black noodle Korea). Aroma sedap kuahnya langsung menyeruak dalam mulut, sementara itu texture mienya memang kenyal.

Potongan daging ayam serta sosis membuat Lomie jadi rujukan terbaru bagi saya untuk Kuliner Malang. Tanpa lama – lama semangkuk Lomie ala Rahayu Bhakti ini telah saya lahap dengan mantap. Rasanya yang manis gurih mengingatkan saya sebentar lagi saya harus bergegas kembali menuju Yogyakarta.

Selepas dari warung mie Rahayu Bhakti ini saya langsung menuju rumah saudara dan kemudian packing siap – siap menanti kereta Malioboro Express di stasiun Kota Baru Malang. Dan seperti itulah liburan singkat Lebaran tahun ini, sekalipun demikian sungguh berkesan sekaligus juga jadi motivasi untuk saya agar bisa lebih maju lagi dan menyelesaikan skripsi.

Perjalanan wisata kuliner Malang lainya ditunggu saja, next liburan semoga bisa mengupas lebih banyak lagi kuliner Malang yang mampu mempesona ini.

Daftar Menu Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti
Daftar Menu Lomie Ala Warmie Rahayu Bhakti

Baca juga : Jajal Kuliner Surabaya Penyetan Bebek Goreng Ibu Nur

Photo by, sobatjogja.com

kuliner dampit, lomie, kuliner di dampit, kuliner di dampit malang, lomie malang, makanan khas dampit malang, wisata kuliner dampit malang

LEAVE A REPLY