Pernah Kepikiran Gimana Sebuah Kepala Ular Besi Siap Menarik Gerbong
Pernah Kepikiran Gimana Sebuah Kepala Ular Besi Siap Menarik Gerbong
Pernah Kepikiran Gimana Sebuah Kepala Ular Besi Siap Menarik Gerbong
Pernah Kepikiran Gimana Sebuah Kepala Ular Besi Siap Menarik Gerbong

Ular Besi (Lokomotif) untuk “siap” mengarungi rel se-Pulau Jawa memang bukanlah perkara yang enteng. Mengingat kini, KAI sudah menjadi transportasi umum paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Itulah mengapa PT. KAI sangat ketat dalam maintenance Lokomotif yang mereka miliki.

Masih ingat jelas beberapa tahun yang lalu transportasi cepat satu ini sering di kaitkan dengan pelayanan yang buruk, kotor, tak terurus. Namun sekarang, setelah mengalami perubahan menjadi sebuah perusahaan swasta yang dikelola secara professional. PT. KAI telah hijrah menjadi sebuah transportasi pilihan bagi masyarakat Indonesia.

Sayangnya pemerintah belum mensubsidi sepenuhnya jadi, harga tiket kereta masih relative mahal bagi kalangan menengah ke bawah. Perbedaan ini jelas terlihat tiga tahun terakhir ini tidak hanya pelayanan yang terus ditingkatkan tapi juga masalah – masalah lainya. Seperti ticketing, fasilitas stasiun yang semakin menuju canggih, pelayanan pelanggan, dan lokomotif yang terus dibenahi.

Nah, salah satu dari peningkatan itu adalah peremejaan lokomotifnya. Beberapa tahun terakhir PT KAI sangat rajin menambah armadanya. Tak tanggung – tanggung sejak 2013 ratusan lokomotif didatangkan sekaligus demi untuk membenahi ketepatan waktu. Pada saat itu dua tipe yang mereka datangkan CC205 dan EMD Canada yang digunakan untuk ngangkut barang di Sumatera.

Setelah itu tipe berikutnya CC206 garapan General Electric United States hingga saat ini sudah ada 50 unit yang didatangkan. Sekalipun demikian tidak semuanya digunakan di pulau Jawa karena sejumlah lainya di gunakan di Sumatera.

Saat didatangkan lokomotif ini dianggkut menggunakan truck khusus yang mengarungi jalanan Pantura dari Tanjung Priuk Jakarta ke Lempuyangan, Yogyakarta tepatnya di Balai Yasa Yogyakarta di kawasan Pengok akhir bulan lalu.

CC206 tidak langsung jadi begitu saja, itulah mengapa harus di rakit di Balai Yasa Yogyakarta untuk dirakit menjadi sebuah lokomotif yang siap untuk menarik 30 gerbong sekaligus. Sementara itu Body bawah yang terdiri dari motor traksi dirangkai di PT INKA Madiun, kemudian Lokomotif diangkat menggunakan crane dan dipasang pada bogie.

Sekaligus juga pemasangan kabel electronic kendali yang menghubungkan bogie dengan traksi motor bawah. Bagian ini sangat penting sehingga harus dilakukan dengan teliti sebab ini sangat vital dalam fungsi lokomotif.

Sampai akhirnya lokomotif ditarik untuk diisi pelumas serta bahan bakar, setelah melalui proses panjang perakitan. Hingga lokomotif siap melaju untuk pertama kalinya di LOS Balai Yasa Yogyakarta. Disini mesin akan di uji dengan dipacu secepat mungkin untuk mengetahui kemungkinan adanya komponen yang tidak berfungsi, uji ini disebut uji dinamis.

Pada jalur 800 meter yang dimiliki Balai Yasa ini lokomotif dipacu komponen geraknya, proses ini cukup beresiko. Karena bias saja ada komponen yang mengalami malfungsi seperti misalnya pengereman. Hingga kemungkinan terburuknya sampai menabarak tembok pengaman yang sudah di design mengatasi kejadian ini.

Namun serangkain test ini bukanlah sebuah akhir sebab setelah uji dinamis loko akan di uji dengan menggunakan beban dengan membawa rangkaian yang dilakukan di jalur rel utama. Setelah test ini lulus maka lokomotif segera dioperasikan untuk menarik gerbong penumpang maupun barang.

Nah, sudah terjawabkan, “Pernah Kepikiran Gimana Sebuah Kepala Ular Besi Siap Menarik Gerbong”, butuh proses yang tidak sebentar dan sekaligus perlu uji coba test yang beragam untuk sebuah lokomotif dapat menarik gerbong penumpang maupun barang. Semua uji kelayakan tersebut tentu untuk keselamatan kita bersama.

Baca juga : Wisata Unik Jogja Untuk Yang Hobi Narsis, De Mata Trick Eye Museum

Photo by, Rento Ari Nugroho / Tribun Jogja

kereta ngangkut besi
BAGIKAN

Ada pertanyaan atau komentar?