Taman Ujung Soekasada, Istana Taman Air Yang Mempesona
Taman Ujung Soekasada, Istana Taman Air Yang Mempesona

Taman Ujung Soekasada, sebuah istana taman air yang molek di pesisir ujung timur Bali, bukti nyata kejayaan kerajaan Karangasem masa lalu. Kerajaan Karangasem pada awal abad 20 memiliki mimpi untuk menjadi kerajaan dengan istana termegah di Bali dan itu diwujudkan oleh I Gusti Ketut Jelantik raja terakhir kerajaan ini dengan membangun taman air cantik di kawasan perbukitan dan pesisir dari tanah Karangasem yang memang memiliki topografi beragam.

Pada sisi utara mereka membangun Taman air Tirta Gangga di kawasan perbukitan dan di kawasan pesisi di selatan mereka menbangun istana air dengan nama Taman Ujung Soekasada. Konsep dari Taman Ujung memang berbeda secara keseluruhan dengan konsep pada Tirta Gangga, karena Taman Ujung lebih menyerupai rumah peristirahatan ketimbang taman air untuk bersantai.

Berlokasi sekitar 6 km dari pusat kota Amlapura ibukota Karangasem, Anda bisa menempuh perjalanan dengan kendaraan selama 15 menit menuju pesisir pantai Ujung. Dan Anda akan langsung disuguhkan pemandangan yang cantik dan megah lengkap dengan landscape yang membingkai dengan apiknya di taman Ujung Soekasada. Taman Ujung ini dibangun pada tahun 1919 ini, sebagai hasil kreasi bakat arsitektur sang raja.

Kawasan seluas 9 hektar ini diawali dengan sebuah kolam besar yang berderet-deret yang mengampar di hadapan mata. Di atas kolam berdiri jembatan yang menjadi jalur penghubung sisi luar taman dengan sisi dalam taman. Ada yang perlu Anda simak ketika Anda melihat lebih jauh bentuk fasad jembatan yang sama sekali tidak menunjukan budaya Bali. Bentuknya unik seperti perpaduan budaya India, Cina dan Eropa.

Jembatan menuju satu bangunan yang berdiri di tengah kolam, bernama Balai Gili. Bangunan ini sekilas tampak seperti mengambang di atas kolam dan memberi kesan berbeda dari keseluruhan bangunan. Balai Gili ini merupakan sebuah rumah peristirahatan bagi keluarga Raja. Pada sisi lain dari bangunan Balai Gili ini terdapat penginapan khusus untuk tetamu Raja yang juga diajak menikmati masa istirahat di kawasan ini.

Selain kolam yang memenuhi seluruh tepian Balai Gili, di taman Ujung ini terdapat kolam teratai dengan ikan bermain di dalamnya. Di dekatnya terdapat Balai Bengong yang biasanya menjadi lokasi bercengkerama keluarga kerajaan ketika datang berkunjung.

Nuansa dari Taman Ujung Soekasada ini memang berbeda dengan Taman Air Tirta Gangga yang berada I perbukitan. Hembusan lembut angin laut membelai pengunjung dengan suara deburan ombak yang samar di telinga. Anda bahkan bisa langsung singgah ke pantai Ujung bila Anda penasaran. Dari sisi suasana Taman Ujung ini terasa lebih hangat lengkap dengan nyiur menghias di sekeliling area. Da satu yang membuatnya semakin berbeda adalah konsepnya yang lebih privat.

Jangan berpuas dulu dengan keindahan kawasan peristirahan ini sebelum Anda mencoba menaiki beberapa anak tangga pada sisi lain kawasan ini untuk menuju ke daratan paling tinggi dari area taman. Di daratan tinggi ini berdiri bangunan yang kini sudah tidak utuh lagi akibat hempasan gempa Gunung Agung. Namanya Balai Kapal.

Berdiam di dalam Balai Kapal akan memberi Anda pemandangan bebas menembus cakrawala dengan beberapa view sekaligus. Anda bisa menikmati pemandangan Taman Ujung dari atas atau malah menikmati langsung panorama pantai Ujung dan aktivitas nelayannya. Anda juga bisa menikmati landscape kawasan Karangasem yang unik dengan perbukitan membingkai di belakang.

Bila Anda mencari nuansa lain dari wisata Bali dimana Anda bisa mereguk sekaligus wisata sejarah, wisata alam dan wisata budaya dalam satu kesempatan, maka Taman Ujung Soekasada adalah pilihan terbaik di ujung timur Bali. Jadi jangan lupa untuk sempatkan diri Anda mengunjungi kemolekan karya I Gusti Ketut Jelantik ini.

Baca juga : Taman Air Tirta Gangga Karangasem Sebagai Saksi Kejayaan Raja Karangasem

Photo by, Kota Wisata Indonesia

1 KOMENTAR

Ada pertanyaan atau komentar?