Sobatjogja – Belum lama ini, ada kasus dimata seorang remaja di China mengalami kebutaan setelah menonton drama sebanyak 18 episode secara beruntun yaitu 16 Cheese in the trap dan 2 episode Descendants of the sun. Ia juga tidak menyalakan lampu saat menikmati filmnya. Padahal 1 episode berdurasi sekitar 1 jam, alias ia menatap layar gadget selama 18 jam.

Dampak Kecanduan Drama Korea Yang Harus Anda Baca Sebelum Terlambat
Dampak Kecanduan Drama Korea Yang Harus Anda Baca Sebelum Terlambat (photo by keepo)

Entah bagaimana ia bisa bertahan menatap layar sepanjang waktu ? Apa mungkin sedang tidak ada kerjaan, tidakkah ia punya kegiatan lain, atau mungkin memang pecinta drama korea. Nah lho..Banyak sekali dampak negatif dari menonton drama korea, seperti ini :

  1. Lupa waktu, nonton drama butuh fokus untuk memahami alur ceritanya sehingga kita rela mengorbankan waktu, hingga jam tidur menjadi terganggu dan mempengaruhi kesehatan
  2. Ketagihan, dari awal ingin melihat 1-2 episode, akhirnya nonton sampai tamat
  3. Hanyut dalam dunia fantasi dan lupa dengan dunia nyata
  4. Menjadikan kita tidak produktif karena hanya diisi dengan berdiam diri menatap layar gadget
Menyiasati Kantuk Saat Jam Kerja
Menyiasati Kantuk Saat Jam Kerja

Saya rasa, dibanding baik dan buruknya, lebih banyak buruknya deh. Tapi bukan berarti kita tidak boleh melihatnya, ya pintar-pintar saja dalam menikmati drama yang bisa menjadi candu ini.

Jika sobat juga pecinta drama korea, sebaiknya ambil pelajaran dari kasus diatas. Drama korea memang tidak bisa diragukan lagi kualitasnya. Filmnya memang asyik untuk ditonton, membuat kita larut dalam dunia imajinasi, alur cerita nya yang menarik, serta pembawaan karakternya yang bagus, membuat penontonnya selalu ketagihan untuk terus melihatnya. Hingga rela duduk berdiam diri berjam-jam demi melihat drama favoritnya.

Nah, kalo sudah kecanduan drama korea seperti ini, musti diperhatikan juga kesehatan kita, toh semua kembali ke diri kita lagi. Berdasarkan pengalaman diatas, bisa kita ambil pelajarannya sebagai berikut :

  1. Buat jadwal untuk menonton filmnya, ini bukan berarti membuat kita terjatah untuk melihatnya terus, melainkan memanajemen. Meskipun kita tidak membuat jadwal menonton, kita bakalan tetep nonton kan ? Buat jadwal agar aktivitas kita tidak terganggu dengan drama korea ini. Misal tiap 2-3 hari sekali ketika pulang sekolah atau kerja.

    kerajinan-tangan-jam-dari-tutup-botol-by-caricaraampuh-com
    Atur Waktu Nonton Dengan Bijak, Jangan Sampai Kebablasan (Photo by caricaraampuh)
  2. Gunakan penerangan yang baik. Atur pula tingkat kecerahan layar gadget kita, dan juga jarak pandang kita.
  3. Perbanyak bergaul dengan lingkungan sekitar, jangan sampai kita berlarut-larut dalam dunia khayalan dan berada didalam kamar seharian, tentu hal ini tidak baik buat kesehatan mental kita.
Bolos kuliah, trus pergi jalan-jalan
Bolos kuliah, trus pergi jalan-jalan

Baca juga : Banjir Penggemar Kpop dan Drama Korea, Ini Masukan Untuk Pemerintah Indonesia

Saya sendiri juga suka dengan film, drama, game show, dll namun masih dalam level normal, hanya saja saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya, sedangkan temen-temen yang lain levelnya sudah hardcore. Dan tidak semuanya film saya liat dan menontonnya pun hanya sekedar buat isi waktu senggang saja, selebihnya saya gunakan untuk kegiatan yang lain, seperti baca buku, ikut organisasi, ikut kursus keterampilan, gabung dengan komunitas, traveling, berenang, berkebun, dan masih banyak lagi.

Intinya, jangan sampai kita bela-belain melakukan sesuatu yang itu sebenarnya tidak terlalu berdampak buat kita. Seperti film atau drama korea, bagi saya tak lebih hanyalah sebuah hiburan saja. Ya mungkin disisi lain kita jadi mengenal budaya mereka. Bahkan kehidupan ini pun kadang tidak semulus seperti yang ada dunia perfilman.

Terimakasih sudah membaca postingan ini, semoga bermanfaat.

Penelusuran yang terkait dengan kecanduan baca buku.

Ada pertanyaan atau komentar?